Rabu, 05 November 2014

kegagaln dan kesulitan

”Kegagalan dan kesulitan pasti setiap orang pernah mengalaminya.
Tapi kalau putus asa? Tuhan sendiri melarang hamba-Nya untuk berputus
asa. Kenapa kita harus berputus asa? Bukankah the real champion is not
just winning the competition but everyone who can stand up for every
failure? Paul G Stoltz mengemukakan 3 pilihan untuk orang-orang yang
menjalani hidup: Quitter atau orang yang berhenti berusaha, Camper atau
pekemah, dan Climber atau pendaki. Nah, sekarang kita tinggal pilih dari
ketiganya. Jika kita memilih yang pertama, maka sia-sialah kita hidup
didunia ini. Jika kita memilih yang kedua, maka sangat disayangkan ketika
kesuksesan sudah didepan mata tapi kita malah menyerah ditengah jalan.
Namun jika kita memilih yang ketiga, maka saya ucapkan selamat. Anda
akan disebut sebagai pejuang sejati.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Jangan Mempersulit Sesama Muslim


beawal dari hal yang sangat sederhana, hanya karena mempersulit, berbelit belit, atau mungkin hanya iseng untuk mengerjain seseorang, teman atau kerabat. akan tetapi sadarilah, hal yang diakibatkan oleh ulah kita tersebut insya allah dapat mengakibatkan malapetaka yang amat panjang atau pedih atau bencana yang tak terkira kepada kita.
bagaimana bisa, seseorang yang mengaku melakukan segala sesuatu untuk mencari ridlo allah, menjalani hidup ini dengan ikhlas, bukan muslim yang abal abal (islam ktp), tetapi tingkah laku dan perilakunya tidak menggambarkan wajah islam yang hadir didalam kehidupannya. memang dari segi moral tidak melakukan dosa dosa besar, atau perbuatan yang terlarang dalam islam, tetapi memiliki kebiasaan untuk mempersulit siapa saja yang ditemuinya.
QS. al-Lail (92)
1.Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
2.dan siang apabila terang benderang,
3.dan penciptaan laki-laki dan perempuan,
4.sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
5.Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
6.dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),
7.maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.
8.Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
9.serta mendustakan pahala yang terbaik,
10.maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
11.Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
12.Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
13.dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
14.Maka, Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
15.Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
16.Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).
17.Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,
18.Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,
19.padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
20.tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
21.Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
Sumber :
http://e-quran.sourceforge.net/chapter/092.html

dari terjemahan surat al-lail diatas minimal kita diingatkan, untuk tidak hanya mencegah kemungkaran, akan tetapi kita juga harus berbuat baik terhadap sesama. hubungannya bukan antara manusia dengan tuhannya secara langsung, melainkan hubungan antar sesama manusia, manusia dengan manusia, kita dengan saudara kita, kita dengan teman kita, dengan tetangga kita, dengan orang lain yang sering berhubungan dengan kita.
permasalahannya bila ada orang yang kita persulit merasa terdzalimi, buntutnya insya allah tidak enak. entah bakal membuat dia memaki maki (memancing orang lain emosi dan berbuat dosa kecil akibat ulah kita), sakit hati, benci dan memutuskan tali silaturahmi. lebih berat lagi bila orang yang merasa terdzalimi tersebut mendoakan yang jelek jelek untuk kita. mungkin bila yang mendoakan cuma satu orang gak masalah, tetapi bila lebih, 5 orang, 10 orang atau bahkan 100 orang lebih… subhanallah…
doa orang yang terdzalimi atau doa orang yang teraniaya adalah doa yang mudah diijabah oleh allah swt.
hal itu terjadi tanpa kita ketahui. nah loh. gimana nasib kita kalo semua orang mendoakan yang jelek jelek untuk kita, niscaya hidup kita kedepan akan runyam, banyak masalah yang tidak ketahuan ujung pangkalnya dan gak tau kapan berakhirnya…..
[Annisa 4:85] Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Menyelami makna Ujian


Sering kali dalam kehidupan ini kita mengalami ujian, cobaan, godaan dan beraneka ragam kerikil kerikil kehidupan. sering kali juga kita gagal melewati semua rintangan yang ada di depan kita. kadang kita sampai bosan, sekarang mendapat cobaan ini, besok dapat cobaan yang itu, lusa ada lagi godaan datang. itulah seninya hidup, kalo gak ada masalah gak hidup. itulah cara allah menguji kita. itu pertanda bahwa allah ada dan dekat dengan kita, allah menginginkan kita untuk hidup lebih baik dengan melewati setiap tahapan ujian.
ujian demi ujian, kesulitan demi kesulian akan selalu menghiasi kehidupan kita, akan dialami oleh semua orang. tetapi tidak semua orang mengalami hal yang sama, tidak semua orang merasakan hal yang sama dan tidak semua orang mendapatkan ujian dalam situasi, keadaan dan tingkat emosi yang sama. sehingga setiap umat manusia akan menyelesaikan setiap ujian, godaan dan rintangan dengan cara yang unik, cara yang berbeda beda.
disinilah letak perbedaannya, perbedaan dalam menyelesaikan setiap pokok permasalahan. yang dapat menyelesaikan ujian dengan lancar akan naik kelas, yang tidak berhasil melalui tahapan tahapan ujian akan mengulang ulang terus ujiannya dengan pokok materi yang berbeda beda.
itulah kenapa, setiap kita tidak bisa melewati ujian ujian dengan baik, akan muncul dan muncul ujian bertubi tubi, satu belum kelar muncul lagi masalah yang lain, satunya belum kelar muncul lagi lainnya, kapan berhentinya ujian ini ? itulah cara allah menguji kita……ini hanya karena solusi yang kita ambil kurang tepat, langkah yang kita jalani masih tidak sesuai dengan harapan, masih jauh dari keinginan. bukannya allah telah berfirman : bahwa allah tidak akan menguji umatnya melewati batas kemampuan umat tersebut…
tetapi memang itulah sifat manusia yang manja, selalu mengukur kemampuannya sebatas apa yang bisa di pikir dengan logika, selalu terbentur bahwa saya sudah berusaha maksimal, bahwa saya sudah berbuat yang terbaik bahwa saya telah melakukan dengan benar. dengan ngotot, melotot, kadang disertai mencaci maki allah, disertai dengan mengumpat, bahwa allah itu tak adil, bahwa allah itu pilih kasih, bahwa allah itu tidak sayang pada kita. itu menurut pandangan diri kita sendiri, padahal bila dilihat dari kacamata orang lain, apa yang telah kita lakukan, yang telah kita perbuat masih 25% dari kemampuan kita yang sebenarnya. baru seperempat kapasitas kita. ini yang jarang kita disadari. merasa sudah berusaha maksimal padahal belum, berusaha sudah mati matian padahal masih belum seberapa.
salah satu hal yang membuat ujian bertubi tubi menghampiri kita adalah solusi yang kita ambil justru menjauhkan kita dari allah. banyak diantara kita ketika mendapatkan ujian mencari bantuan, mencari pertolongan, mencari dukungan dari selain allah. mengharapkan solusi instan yang datangnya dari selain allah. ini lah yang kemudian justru menjerumuskan kita dalam kegelapan, menjauhkan kita dari allah. salah satunya mendatangi dukun, mendatangi paranormal mendatangi kyai yang berprofesi plus plus, yang bisa membalikan A menjadi B, dan merubah B menjadi Z. Menghalalkan segala cara dan gelap mata. itulah yang merubah hidup kita menjadi gelap terus.
memang seketika kita bisa merasakan bahwa kita telah melewati ujian dengan mulus (menurut kita), tetapi allah kan tidak tidur, allah melihat bagaimana kita melewati ujian demi ujian, bersama siapa ketika kita melalui ujian tersebut. berarti kita melewati ujian itu dengan nyontek, curang dan dibantu pihak lain (pakai joki).
karena langkah yang kita jalani tidak mengangkat derajat kita, apa yang telah kita jalani tidak meloloskan kita dari ujian ujian allah. apa yang telah kita lalukan tidak menambah kematangan iman dan taqwa kita, maka kita tidak bisa merasakan bahwa kita telah lolos atau melewati lubang jarum. kita tidak merasakan bahwa kita naik kelas, kita tidak merasakan bahwa kita telah melawati ujian ini. maka ujian demi ujian akan terus mendatangi kita, sampai kita sadar bahwa yang diinginkan allah adalah kembalinya kita kepada allah, kembalinya kita kepada fitrah manusia, bahwa diciptakannya jin dan manusia hanya untuk beribadah dan mengabdi kepada allah semata.
marilah kita menjalani hidup ini untuk mencari ridlo allah. melewati setiap persoalan dengan bantuan allah, meminta petunjuk hanya kepada allah, meminta bantuan hanya kepada allah, mengadu hanya kepada allah, dan meminta pertolongan hanya kepada allah.
ingat ayat yang satu ini, bila kita bisa merasakan, maka ayat ini bukan bualan semata.
surat Alam nasyrah(94) ayat 5-6 yang artinya:
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
itulah ayat ayat yang telah dijanjikan oleh allah, bahkan diulang sampai dua kali. dan kita harus yakin, bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. asalkan kita melewati kesulitan kesulitan tersebut dengan jalan yang benar, melewati bersama allah, bersama bantuan allah. dan kita akan benar benar merasakan kemudahan seperti yang dijanjikan allah swt.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allaah SWT


belakangan ini hati saya tergelitik melihat kenyataan kehidupan saudara saudaraku dimuka bumi ini. terutama ketika saya menyaksikan bahwa kita terlalu memuja dunia ini dengan amat sangat berlebihan dan melebihi cinta kita ketika kita menghadap sang pencipta.dan saya menyakini bahwa getaran dihati ini terasa timpang ketika kita dihadapkan dengan idola kita dibanding dengan sang pencipta.
ternyata ada fakta yang lebih baru lagi, yang membuat saya lebih geleng geleng kepala. yaitu tawaran masuk surga secara langsung, hebat kan….syaratnya gampang, hanya dengan menyetorkan dana sebanyak banyaknya kepada pengelola, semakin banyak dana yang disetorkan semakin lancar kita menuju surga, tanpa ada pertanyaan ini itu, tanpa ada timbangan baik buruk, bisa langsung by pass ke surga. subhanallah, surga dijual belikan, sebuah aliran yang sedang ramai ramainya dibicarakan. benarkah itu, hanya allah yang tau.

lantas bagaimana respon orang yang telah membeli surga dengan paket paket tersebut ?, lha wong kita udah dapat tiket surga, ya gak perlu sholat, gak perlu bayar zakat lagi, gak perlu berangkat haji. dll. benarkah jalan seperti itu….wallahualam bishowab.
Subhanallah…. Maha Suci Allah,
ampunilah kami Ya Allah, jauhkanlah kami dari siksa neraka Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan lurus, jalan yang engkau ridloi, jalan yang seharusnya kami lalui, bukan jalan singkat yang semakin menjerumuskan kita kedalam lembah neraka. Ya Allah, kami yang hina, kami yang kecil, kami yang kotor, kami yang bodoh, kami hanya memohon kepadamu Ya Rob, hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan


Rumus sederhana untuk menggapai kesuksesan

Rumus tersebut saya namakan: GILA. Pertama, Gambarlah
Diri Sendiri. Kita perlu mengetahui diri kita, sehingga kita mengetahui
kekuatan dan kekurangan kita. Dengan begitu kita bisa menyusun strategi
yang tepat untuk meraih sukses. Kedua, Imajinasikan Masa Depan. Dengan
cara inilah kita menorehkan mimpi dalam kanvas jiwa kita. Jangan biarkan
tulisan berujud mimpi-mimpi itu sirna dari jiwa kita. Ketiga, Ledakkan
Karya Nyata. Dengan cara ini kita bisa mengekspresikan apa yang telah kita
pelajari selama ini. Inilah wujud amal nyata kita dengan memberikan
manfaat untuk orang lain dan tentunya juga untuk diri sendiri. Keempat,
Angkat Permasalahan Baru. Dengan cara ini kita tidak statis, tapi selalu
dinamis. Janganlah merasa puas dengan karya yang telah kita miliki karena
itu hanya akan mematikan diri kita sendiri. Rumus GILA inilah yang
selama ini saya jadikan pegangan dalam perjalanan hidup saya yang baru
mengais pagi ini”